With The Sun of Sunnines….

Bersama sinar mentari, langkahkan kaki tuk terus berkarya….

Batako

Tak tahu kenapa saya ini sangat sering terbujuk rayu kata-kata misua…kekeke
Iyaa iyaaaa aja….hahaha

Alkisah di suatu sabtu pagi yang cerah, misua menawarkan diri, ga pingin bikinin aku selimut? uwooh, tanganku yg udah gateeel pingin crafting ini itu pun,akhirnya, langsung berkutat dengan buku skets, skretch skreth skructh…..Dan yuk kita beli kain…

Dan sampailah kami di Toko Kain yang paling lengkap di Cilegon ini (tertawa miris)…
Nama tokonya Dwi Jaya, dibelakang matahari lama.
Setelah menurunkan standar pilihan warna, akhirnya saya pun memutuskan beberapa lembar kain dan lembaran dakron untuk dibeli. Yang ternyata, klo di total total harganya beda dikit klo dibandingkan beli jadi….muahaaahaa (tertawa lebih miriiis)….
Sampai di rumah, crik crik crik…dan mulai jahit sana jahit sini pake tangan…
Dan tenyata si dakron’nya kurang, esoknya misua berangkatlah ketoko itu lagi membeli dakron yang juga tinggal satu lembar aja….keke…..(Muucih Yang…:)
Dalam 2 hari, selimut kotak kotak itu sudah selesai 70%, dan sudah bisa digunakan “ala kadarnya”…

Tiga ataw empat minggu kemudian (20 Juni 2014)….hahaaa
Karena si selimut ini sudah terlalu lama teronggok apa adanya dan ketumpahan remah2 roti Semesta, akhirnya, saya pun melanjutkan sisa 30% itu, dan olalalaaaa….misua juga ikut ngebantuin menjahit tangan, kekeeke (5%lah yaa+masukin benang ke jarum2 :D…)…
Dan dalam hitungan jam….

Tadaaaa jadilah selimut handmande, yg akhirnya berubah fungsi menjadi alas karpet ini, dialah si Batako…

Advertisements
Leave a comment »

Mpasi by Chef Baim

Cuaca Cilegon mendung mendayu gerimis galau, batal deh agenda renang hari ini….

Akhirnya saya mengumpulkan niat hendak beres2 rumah dan slanjutnya baru masak mpasi buat Semesta, eeee ternyata Buya bersedia melanjutkan “tepuk estafet”dariku, memasak untuk Semesta….yeay
Waah, alhamdulillah sekalii….

Ini adalah kali pertama Buya memasak buat Semesta.
Sebelum meninggalkan Buya ngeLab di dapur, saya jelasin step-step’nya,
Air 120ml di rebus,
Kentangnya udah direbus, ntar tinggal dikupas dan di parut aja
Jagungnya juga udah direbus, tinggal dipipil trus diblender
Sawi dan tempe di potong2 kecil trus dimasukan ke air rebusan.
Klo udah matang sawi dan tempe’nya trus disaring, dan dicampurkan ke kentang dan jagung.
Trus dikasih parutan keju. Selesai

Dan nampaknya beliau paham, saya tinggal deh beliau di dapur…
Setengah jam berlalu, Saya selesai beberes dan mendengar Semesta mulai jejeritan di singgasana goyangnya…
“Mana makan siangkuuu, mungkin itu isyaratnya” hahaaa…:p

Dan terlihat dr depan, Buya masih sibuk di dapur….tak lama kemudian
Krompaaaaaaang, suara panci jatuuuh,
Panci yang berisi rebusan sawi dan tempe berserakan di lantai….
Dan beliau nampak berkutat didepan  blender, menatap nanar kenapa ga hancur-hancur….ternyata si kentang yang masih utuh bulat dimasukin ke blender bersama dengan jagung pipil…muahahaaaa
(Akhirnya saya mulai turun tangan sebagai komentator dan pengawas tentunya :p)
Si kentang bulat itu akhirnya beliau ancur2rin pake sendok, dan kemudian baru diblender bersama jagung dan sedikit air.
Done jadilah bubur kentang dan jagung sebagai karbo dimakanan Semesta..

Sedangkan untuk sayur dan protein’nya….
Karena si rebusan sawi dan tempe sudah tak terselematkan, maka Buya mengulang dari step awal…kekeke…
Dan Alhamdulillah, kali kedua, pancinya ga jatooh…
Rebusan sawi dan tempe itupun disaring dengan penuh penghayatan, lalu di tambahkan ke Bubur Kentang Jagung itu dan diatasnya ditaburi keju….
Jang jaaang selesai

Semesta sudah menunggu dengan wajah lapaaar…
Dan ketika melihat Buya datang membawa tempat makannya, gyaaa, pancaran wajah bahagia sambil kaki mancal-mancal menyambut kedatangan Sang Buya….\^^/

Alhamdulillah, Semesta lahap sekali makan masakan Ayahanda tercinta…♥
(Emang selalu lahap siiih klo makan, buat nyenengin yang masak deh :p )
Dan juga Sang Buya nampak bahagia karena Semesta lahaaap makan masakannya…

Seriiing seriiing ga papa ko Yaaang…~~♥♥♥~~

Leave a comment »

Insting Semesta (?)

Beberapa hari ini badan saya sedang drop,
Kemarin, Buya Semesta bela-belain ga masuk kantor buat nemenin bunda dan Semesta (6,5bulan).
Tapi hari ini mw ga mw Buya harus masuk kantor…
Tinggallah berdua saja saya dan semesta…

Saya paksa badan saya buat bergerak, dan peregangan sambil berdiri…
Semesta ngliatin sambil ketawa-ketawa liat saya peregangan sambil berhitung (apalagi klo saya keliling rumah yang cuma secuplik buat lari2, cuma muter2 di ruang tamu, dan dia lebih leeebiiih tertawa lagi)…
Aak,aak akkk, aduuh…suara saya sambil meringiiis kesakitan tiap kali bergerak…

Seharian ini, aktivitas kami hanya ditempat tidur….
Main, makan juga di tempat tidur…
Klo dia pup baru saya gendong (dengan meringiiis sekali) di ajak ke kamar mandi..

Biasanya dia bosan, klo terus-terusan diatas kasur…
Tapi hari ini, alhamdulillah,
Dia mengerti,
Saya tadi bilang ke dia (sambil nangis, saya minta maaf ke dia, ga bisa nemenin main maksimal dan saya cerita klo kondisi badan sy sedang tidak memungkinkan untuk bergerak bebas)
Dia hanya ngliatin saya, ketawa lagi, tengok sekitar (seolah-olah ga merhatiin apa yg saya omongin)…T_T’

Disela-sela waktu kami di tempat tidur (dan jika saya sedang ingat…#plaaak, saya memohon kepadaNya, saya titipkan anak saya senantiasa dalam pengawasan dan penjagaan terbaik olehNya, dan saya memohon untuk dikuatkan).

Semesta yg biasanya klo tahu bundanya ga lagi ngapa2in, dia pasti bakal berulah, entah minta gendong, story telling, tatapan matanya seolah mengatakan “bunda merhatiin dan main sama aku aja”..Kali ini dia main sendiri, gedibak gedibuk sendiri..:’)

Semesta yang biasanya klo mw bobok harus di puk puk, di elus2, bundanya harus sholawatan, atw di kurek2 kupingnya baru mw bobok….siang ini, dia bobok sendiri sambil ngenyotin jempolnya…:’)

Aaah! Saya terharu,terharu sekali, sangaad…:’)

Bagi saya ini adalah jawaban Allah secara langsung pada saya, bahwa Allah mengabulkan do’a orang sakit.

Bayi memiliki perasaan yang kuat akan kondisi orangtuanya dan semua ini pasti atas IzinNya…

Dan terimakasih Semesta, sudah mw mengerti kondisi bunda…

Nb: karenanya saya jadiiii kuangeeeen sama Bu’e..:'(

1 Comment »

Sepucuk Surat dan Setangkai Kamboja Merah

Dinginnya malam menghujam jiwaku,
Langit gelap pekat mendung menggelanyut,
Hembusan angin yg menelisik kulit,
Membawa anganku berkelana dalam kelam
Dalam benakku berkecamuk,
Dalam heningku bergejolak hati ini,
Kesaal, dan sebaal olehnya…

dia lupa,
dia lalai dan terlena di sana,
“Nothing special for tonight?!”
Pertanyaan yg kutahan dalam dalam

Masih dalam dinginnya malam,
Dalam temaram tembok2 dingin,
Bertekuk lututnya untukku,
Mengucap kata maaf, maaf dan maaf
Namun, hanya diam dalam sapaku…

Namun, sepucuk surat dan setangkai kamboja merah di esok pagi,
Meluluhkan relung2 hatiku,
Darisanalah aku tahuu…
Dia tak lupa, ataupun lalai dan terlena kala itu….

———————————-

Siang itu, sebelum dinginnya malam menghujam jiwaku,
Putaran roda-roda motor dia jalankan,
Demi setangkai mawar, namun tak kunjung ia dapatkan…
Putaran roda kembali melaju,
Demi sepotong kue cantik untukku,
Tak bisa dipesannya jika untuk malam ini,
Dia tak tahu lagi harus kemana dan memberiku apa…
Binguuung…
Sementara sang waktu terus melaju….

Sang Surya mulai tenggelam,
Dia tak kunjung pulang,
Pupuslah semua rencana dalam benakku,
Bedug Maghrib telah usai berkumandang,
Dan dia juga belum datang,
Kupencet deretan angka di layar Hp,
Kudengar suaranya diujung sana,
Dalam kesalku aku berkata,
“Malem ini, kita ga jadi pergi”…ceklek
Satu tahun semenjak dia dan aku di halalkan,
Nothing special…
Hanya keheningan yang saling menyapa…

—————————————

Sang Fajar mulai menyapa,
Pun dia dengan maafnya,
Serta guraunya,
Dan bujukan serta rayunya,
Hampir2 senyumku tersungging,
Namun, amarah hati masih berkuasa…
Astagfirullahaladzim

Lalu, kukirimkan sebuah pesan pada lelaki itu…
Pesan itu saling berbalas,
Tak lama….
Kuterima sepucuk kertas dgn stangkai bunga kamboja di atasnya…
Sangat sederhana….
Sepucuk surat dgn goresan pena kasih sayang di setiap abjadnya…
Setangkai kamboja, yg dipetiknya di halaman rumah seusai sholat isya…
Setangkai kamboja yg filosofinya mengalahkan setangkai mawar merah..
Sepucuk surat dan setangkai bunga kamboja yang menceritakan kisahnya di siang itu,
Sepucuk surat dan stangkai bunga kamboja dengan milyaran galaksi cinta dan pengorbanan didalamnya…

Dia tak lupa, ataupun lalai…
Hanya saja,
Sang waktu yg terus berdetak membuatnya binguung
Dia binguuuung, tak tahu harus memberiku apa,
Karena tak cukup itu semua, menggambarkan setahun perjalanan ini…

Perjalanan kami masih panjang, dan masih akan terus berlanjut…
Perjalanan dunia hingga akhirat,
Perjalanan hingga kami dipertemukan kembali ditempat terindahNya…InsyaAllah

image

Surat Kamboja

PS. Terimakasih atas kesabaran dan kebersyukuranmu atas diriku…
Aku ♡ mu karenaNya….

Leave a comment »

Sajak Krakatau

Sore-sore nan syahdu….
Kubaca pesan di handphone,
Kuterima barisan sajak darinya yg saat ini berjarak ratusan kilometer dariku,
Menambah kerinduan dalam hatiku……

Sajak Krakatau

“Dalam dentuman berarak lokomotif sendu,
Melaju penuh hati bahagia masinis kehidupanku
Karena telah kau pilih tiket hati ini menuju pemberhentian itu,
Menjadi penumpang terindah yang mendampingi kereta hidupku
Membawa puluhan gerbong cintaku
Melewati puluhan kilo jalur rel prinsip hidupku
Melewati berbagai medan kehidupan ini,
Ada puluhan hektar ladang senyuman kita
Ada aliran sungai berbatu luapan emosi kita
Hiruk pikuk kota bahagia yang melambatkan perjalanan kita
Bahkan Sepinya pekuburan masa lalu yang menyesatkan
Semua bercampur menjadi pemandangan indah kenangan tentang kita
Merasakan sejuknya desiran angin rindu yang mulai tumbuh…

Waktu pun tak terasa telah terlewati bersama
Senja mentari pun mulai tenggelam
Menyisakan merahnya mega mendung kebimbangan masa depan
Menuju gelap tak terarah futur rohani kita
Seolah sempit dunia tanpamu tanpaku tanpaNya
Saat itulah malam kelam kelunturan iman kita
Serasa takut melanjutkan perjalanan ini karena gelapnya masa depan kita
Semakin terlarut kita, semakin lama malam terasa
Padahal semua malam sebenarnya sama
Semakin cepat muhasabah tidur kita
Semakin cepat pula mentari harapan hadir kembali esok hari
Tak lupa mari sisakan sepertiga malam ini untuk melakukan qiyamul lail ikhtiyar dan doa untuk esok hari
Demi menyambut pagi
Pagi yang tak lagi hanya kita berdua hadapi
Tapi bersama sosok baru indah buah hatiku, hatimu
Penumpang baru yang akan mendampingi kita
Menuju tempat pemberhentian di stasiun akhir cintaNya
Stasiun ternyaman bagi hati yang terpilih
Dari semua stasiun surga yang telah dikonstruksi olehNya
Duhai adinda…
Mari kita nikmati kereta ini…
Kereta kecil yang akan bertumbuh besar
Dengan kekuatan dan harapan kita bersama…”

@the_baem

Leave a comment »

Freedom

Aura pagi menyemarakkan hamparan dunia
Nampak noda-noda kelamnya malam tersisa di birunya langit
Siluet gelapnya hutan mengitari laksana benteng kokoh kerajaan
Kerajaan kita
Memagari jiwa yang sepi ini
Ingin rasanya keluar dari sekat ini
Tetapi…
Tak kuasa rasanya jiwa ini
Kugedor-gedor benteng tak berpintu ini
Berharap keluar bebas menikmati indahnya dunia

Namun,…
Semua terasa berbeda sekarang makna kebebasan itu
Tak butuh aku keluar dan berlari
Terbang tinggi pun tak mau rasanya
Karena ternyata…
Engkaulah makna kebebasanku
Bersamamu aku bebas
Bersamamu aku indah
Bersamamu aku bahagia
Hingga ternyata kusadari
Diriku tak bebas tanpamu
Selamat pagi kebebasanku…
How do you feel right now?

26042013@the_baem

Leave a comment »

Darinya untuk kami

Selalu saja ada sajak-sajak manis yang ia tuliskan dalam barisan kata,
Seperti halnya ini…

Teruntuk istriku,
Ketika buah hati 2 mulai merekah
Tak terkira rasa di dada
Membuncah membahana ledakan kebahagiaan ini
Menyamarkan penatnya kerja
Menyemaikan jutaan benih syukur
Menyuburkan cinta 2 jiwa yang berbeda

Duhai jiwa yang rela mendampingiku
Rela menjadi tempat berlindung buah hatiku
Walau derita membahana
Tumbuh seiring bertambahnya umur buah hati kita
Engkau begitu ikhlas menerimanya
Tahukah engkau rasa di jiwa?
Begitu malu diri ini
Ketika hanya engkau yang menanggung derita itu
Ketika harus meninggalkanmu sendiri merasakannya
Sedih, malu, kasihan,
Ingin rasanya meratapi hinanya aku di hadapanmu
Ketika hanya mampu mendampingi lewat kata-kata
Beribu maaf ingin berucap, tapi pasti tak akan mampu membantu…
Hanya satu yang bisa kulakukan
Menitipkanmu pada Sang Rabb pemilik jiwa…
Duhai kekasihku . . .
Bagaimanakah keadaanmu disana?

Leave a comment »

Senandung Ombak Rindu

Puisi Senandung Ombak Rindu_02

Leave a comment »

Selamat Datang Pagi

Ketika mendung itu mulai retak
Meleleh melebur menjadi embun kesejukan bumi
Saat itulah sang mentari akhirnya menyisip dalam setiap celahnya
Saat itulah sang bumi mulai kembali menerima hangat radiasinya
Saat itulah semua makhluk di bumi mulai menitik bahagia…

Selamat datang semangat…
Selamat datang ikhtiar…
Selamat datang do’a…
Selamat datang sabar…
Selamat datang istiqomah…
Selamat datang kesuksesan…
Selamat datang kebahagiaan…
Selamat datang pagi….

embun pagi

Leave a comment »

Kata’pun tak cukup…

Sebuah percakapan antara sepasang suami istri dengan menggunakan eletronic device…

biiip …

Istri : Suamiku bagaimana debar hatimu saat ini? Masihkah sama seperti saat pertama kalinya engkau menggenggam tanganku?

Suami : Aku sudah lupa bagaimana rasanya memegang lentiknya jemari istriku, yang masih kuingat adalah debar jantungku, dan kebahagiaan. Ketika kupeluk dia kudengar degub jantungku seirama dengan hilangnya kekosongan hati selama ini. Yang kurasa hanya tanda syukur tak terkira membahana langit-langit hatiku… Betapa berutungnya pria ini akan dirimu. Serasa bidadari sempurna mengisi hari-hariku… Perasaan itu tak bisa tertulis dan terucap sempurna, karena jumlah kata-kata seolah tak mampu mewakilinya…

Istri : Kata-katamu terukir manis dan teduh dalam barisan kalimat cinta… Bagai semilir angin pagi yang menerpa wajahku, sepoi sejuk nan teduh. Hatiku berdesir ria kala membaca untaian sajak manismu. Terimakasih suamiku, Terimakasih atas setiap hal yang telah kau perbuat untukku. Aku mencintaimu karena Allah…

Suami : Semoga Allah selalu menetapkan hati kita untuk saling mencintai karenaNya dan rasulNya. Cinta yang didasarkan pada keduanya, bukan nafsu sesaat saja. Cinta yang saing menguatkan untuk senantiasa dekat denganNya. Sehingga kita selalu dekat dengan ridlo dan SurgaNya, serta dijauhkan dari neraka dan murkaNya….

Istri : Aamiin Ya Rabbal Alamin…

-The End-

Leave a comment »

Kisah Seribu Satu Masa

kejayaan dimulai dari "bacalah!"

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Welcome, Lads!

berlayarlah! dan hiduplah tanpa pernah menyesal. (always keep believing)

Khristya Pramitha

Structural Design Engineer

With The Sun of Sunnines....

Bersama sinar mentari, langkahkan kaki tuk terus berkarya....