With The Sun of Sunnines….

Bersama sinar mentari, langkahkan kaki tuk terus berkarya….

Sepucuk Surat dan Setangkai Kamboja Merah

on October 29, 2013

Dinginnya malam menghujam jiwaku,
Langit gelap pekat mendung menggelanyut,
Hembusan angin yg menelisik kulit,
Membawa anganku berkelana dalam kelam
Dalam benakku berkecamuk,
Dalam heningku bergejolak hati ini,
Kesaal, dan sebaal olehnya…

dia lupa,
dia lalai dan terlena di sana,
“Nothing special for tonight?!”
Pertanyaan yg kutahan dalam dalam

Masih dalam dinginnya malam,
Dalam temaram tembok2 dingin,
Bertekuk lututnya untukku,
Mengucap kata maaf, maaf dan maaf
Namun, hanya diam dalam sapaku…

Namun, sepucuk surat dan setangkai kamboja merah di esok pagi,
Meluluhkan relung2 hatiku,
Darisanalah aku tahuu…
Dia tak lupa, ataupun lalai dan terlena kala itu….

———————————-

Siang itu, sebelum dinginnya malam menghujam jiwaku,
Putaran roda-roda motor dia jalankan,
Demi setangkai mawar, namun tak kunjung ia dapatkan…
Putaran roda kembali melaju,
Demi sepotong kue cantik untukku,
Tak bisa dipesannya jika untuk malam ini,
Dia tak tahu lagi harus kemana dan memberiku apa…
Binguuung…
Sementara sang waktu terus melaju….

Sang Surya mulai tenggelam,
Dia tak kunjung pulang,
Pupuslah semua rencana dalam benakku,
Bedug Maghrib telah usai berkumandang,
Dan dia juga belum datang,
Kupencet deretan angka di layar Hp,
Kudengar suaranya diujung sana,
Dalam kesalku aku berkata,
“Malem ini, kita ga jadi pergi”…ceklek
Satu tahun semenjak dia dan aku di halalkan,
Nothing special…
Hanya keheningan yang saling menyapa…

—————————————

Sang Fajar mulai menyapa,
Pun dia dengan maafnya,
Serta guraunya,
Dan bujukan serta rayunya,
Hampir2 senyumku tersungging,
Namun, amarah hati masih berkuasa…
Astagfirullahaladzim

Lalu, kukirimkan sebuah pesan pada lelaki itu…
Pesan itu saling berbalas,
Tak lama….
Kuterima sepucuk kertas dgn stangkai bunga kamboja di atasnya…
Sangat sederhana….
Sepucuk surat dgn goresan pena kasih sayang di setiap abjadnya…
Setangkai kamboja, yg dipetiknya di halaman rumah seusai sholat isya…
Setangkai kamboja yg filosofinya mengalahkan setangkai mawar merah..
Sepucuk surat dan setangkai bunga kamboja yang menceritakan kisahnya di siang itu,
Sepucuk surat dan stangkai bunga kamboja dengan milyaran galaksi cinta dan pengorbanan didalamnya…

Dia tak lupa, ataupun lalai…
Hanya saja,
Sang waktu yg terus berdetak membuatnya binguung
Dia binguuuung, tak tahu harus memberiku apa,
Karena tak cukup itu semua, menggambarkan setahun perjalanan ini…

Perjalanan kami masih panjang, dan masih akan terus berlanjut…
Perjalanan dunia hingga akhirat,
Perjalanan hingga kami dipertemukan kembali ditempat terindahNya…InsyaAllah

image

Surat Kamboja

PS. Terimakasih atas kesabaran dan kebersyukuranmu atas diriku…
Aku ♡ mu karenaNya….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

AstroKode

"Absolutely no warranty expressed or implied."

Kisah Seribu Satu Masa

kejayaan dimulai dari "bacalah!"

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Welcome, Lads!

berlayarlah! dan hiduplah tanpa pernah menyesal. (always keep believing)

Khristya Pramitha

Structural Design Engineer

whattaepoongdoes

liberal-empirical-natural writings. ah, whatever.

With The Sun of Sunnines....

Bersama sinar mentari, langkahkan kaki tuk terus berkarya....

%d bloggers like this: