With The Sun of Sunnines….

Bersama sinar mentari, langkahkan kaki tuk terus berkarya….

Sepucuk Surat dan Setangkai Kamboja Merah

Dinginnya malam menghujam jiwaku,
Langit gelap pekat mendung menggelanyut,
Hembusan angin yg menelisik kulit,
Membawa anganku berkelana dalam kelam
Dalam benakku berkecamuk,
Dalam heningku bergejolak hati ini,
Kesaal, dan sebaal olehnya…

dia lupa,
dia lalai dan terlena di sana,
“Nothing special for tonight?!”
Pertanyaan yg kutahan dalam dalam

Masih dalam dinginnya malam,
Dalam temaram tembok2 dingin,
Bertekuk lututnya untukku,
Mengucap kata maaf, maaf dan maaf
Namun, hanya diam dalam sapaku…

Namun, sepucuk surat dan setangkai kamboja merah di esok pagi,
Meluluhkan relung2 hatiku,
Darisanalah aku tahuu…
Dia tak lupa, ataupun lalai dan terlena kala itu….

———————————-

Siang itu, sebelum dinginnya malam menghujam jiwaku,
Putaran roda-roda motor dia jalankan,
Demi setangkai mawar, namun tak kunjung ia dapatkan…
Putaran roda kembali melaju,
Demi sepotong kue cantik untukku,
Tak bisa dipesannya jika untuk malam ini,
Dia tak tahu lagi harus kemana dan memberiku apa…
Binguuung…
Sementara sang waktu terus melaju….

Sang Surya mulai tenggelam,
Dia tak kunjung pulang,
Pupuslah semua rencana dalam benakku,
Bedug Maghrib telah usai berkumandang,
Dan dia juga belum datang,
Kupencet deretan angka di layar Hp,
Kudengar suaranya diujung sana,
Dalam kesalku aku berkata,
“Malem ini, kita ga jadi pergi”…ceklek
Satu tahun semenjak dia dan aku di halalkan,
Nothing special…
Hanya keheningan yang saling menyapa…

—————————————

Sang Fajar mulai menyapa,
Pun dia dengan maafnya,
Serta guraunya,
Dan bujukan serta rayunya,
Hampir2 senyumku tersungging,
Namun, amarah hati masih berkuasa…
Astagfirullahaladzim

Lalu, kukirimkan sebuah pesan pada lelaki itu…
Pesan itu saling berbalas,
Tak lama….
Kuterima sepucuk kertas dgn stangkai bunga kamboja di atasnya…
Sangat sederhana….
Sepucuk surat dgn goresan pena kasih sayang di setiap abjadnya…
Setangkai kamboja, yg dipetiknya di halaman rumah seusai sholat isya…
Setangkai kamboja yg filosofinya mengalahkan setangkai mawar merah..
Sepucuk surat dan setangkai bunga kamboja yang menceritakan kisahnya di siang itu,
Sepucuk surat dan stangkai bunga kamboja dengan milyaran galaksi cinta dan pengorbanan didalamnya…

Dia tak lupa, ataupun lalai…
Hanya saja,
Sang waktu yg terus berdetak membuatnya binguung
Dia binguuuung, tak tahu harus memberiku apa,
Karena tak cukup itu semua, menggambarkan setahun perjalanan ini…

Perjalanan kami masih panjang, dan masih akan terus berlanjut…
Perjalanan dunia hingga akhirat,
Perjalanan hingga kami dipertemukan kembali ditempat terindahNya…InsyaAllah

image

Surat Kamboja

PS. Terimakasih atas kesabaran dan kebersyukuranmu atas diriku…
Aku ♡ mu karenaNya….

Advertisements
Leave a comment »

Sajak Krakatau

Sore-sore nan syahdu….
Kubaca pesan di handphone,
Kuterima barisan sajak darinya yg saat ini berjarak ratusan kilometer dariku,
Menambah kerinduan dalam hatiku……

Sajak Krakatau

“Dalam dentuman berarak lokomotif sendu,
Melaju penuh hati bahagia masinis kehidupanku
Karena telah kau pilih tiket hati ini menuju pemberhentian itu,
Menjadi penumpang terindah yang mendampingi kereta hidupku
Membawa puluhan gerbong cintaku
Melewati puluhan kilo jalur rel prinsip hidupku
Melewati berbagai medan kehidupan ini,
Ada puluhan hektar ladang senyuman kita
Ada aliran sungai berbatu luapan emosi kita
Hiruk pikuk kota bahagia yang melambatkan perjalanan kita
Bahkan Sepinya pekuburan masa lalu yang menyesatkan
Semua bercampur menjadi pemandangan indah kenangan tentang kita
Merasakan sejuknya desiran angin rindu yang mulai tumbuh…

Waktu pun tak terasa telah terlewati bersama
Senja mentari pun mulai tenggelam
Menyisakan merahnya mega mendung kebimbangan masa depan
Menuju gelap tak terarah futur rohani kita
Seolah sempit dunia tanpamu tanpaku tanpaNya
Saat itulah malam kelam kelunturan iman kita
Serasa takut melanjutkan perjalanan ini karena gelapnya masa depan kita
Semakin terlarut kita, semakin lama malam terasa
Padahal semua malam sebenarnya sama
Semakin cepat muhasabah tidur kita
Semakin cepat pula mentari harapan hadir kembali esok hari
Tak lupa mari sisakan sepertiga malam ini untuk melakukan qiyamul lail ikhtiyar dan doa untuk esok hari
Demi menyambut pagi
Pagi yang tak lagi hanya kita berdua hadapi
Tapi bersama sosok baru indah buah hatiku, hatimu
Penumpang baru yang akan mendampingi kita
Menuju tempat pemberhentian di stasiun akhir cintaNya
Stasiun ternyaman bagi hati yang terpilih
Dari semua stasiun surga yang telah dikonstruksi olehNya
Duhai adinda…
Mari kita nikmati kereta ini…
Kereta kecil yang akan bertumbuh besar
Dengan kekuatan dan harapan kita bersama…”

@the_baem

Leave a comment »

Kisah Seribu Satu Masa

kejayaan dimulai dari "bacalah!"

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Welcome, Lads!

berlayarlah! dan hiduplah tanpa pernah menyesal. (always keep believing)

Khristya Pramitha

Structural Design Engineer

With The Sun of Sunnines....

Bersama sinar mentari, langkahkan kaki tuk terus berkarya....